11 Juni 2020

WISATA JOGJAKARTA DALAM 3 HARI


Bismillah,

Cerita ini adalah tentang pengalaman liburan kami sekeluarga yang ke-2 pada akhir 2019. Dan seperti berjodoh dengan Kota ini, tanpa rencana yang panjang kami memutuskan untuk mengunjungi Jogjakarta, Kota yang sejak dulu ingin sekali saya jadikan tempat untuk melanjutkan kuliah yang tentunya ditentang oleh keluarga dengan alasan bahwa anak gadis tidak boleh jauh-jauh dari keluarga (hahaha).

Dan akhirnya menginjakkan kaki disini bersama keluarga serta suami dan anak yang sepanjang perjalanan terkagum-kagum karena bisa berada diatas langit dan melewati tumpukan awan. Oh iya, ini adalah perjalanan naik pesawat alfa yang kedua diusia yang sudah mengerti keadaan sekitar. Liburan pertama kami keluar kota sekitar 2 tahun lalu ke Bandung, dan saat itu usianya masih dibawah 2 tahun dan belum mengerti apa-apa.

Berangkat pada Jumat malam sepulang dari kantor, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari Makassar, tibalah kami di Jogjakarta sekitar pukul 22.00 wib, Kota yang terkenal sebagai Kota Pelajar, Kota Budaya, dan Kota dengan biaya hidup yang murah. Hehe

Menghabiskan waktu 3 hari 4 malam, berikut beberapa destinasi yang sempat kami kunjungi selama berada di Kota Jogjakarta.

1. Candi Borobudur.

 
Destinasi pertama yang saya kunjungi pada hari pertama di Jogjakarta adalah Candi Borobudur yang merupakan kuil Buddha terbesar milik Jogjakarta. Saking besarnya, saya hampir kehabisan napas karena memutuskan berjalan kaki mengelilingi candi ditengah keramaian para wisatawan, yang ditambah drama si kecil yang ngamuk-ngamuk karena kepanasan. Meskipun sejak dulu tidak terlalu tertarik untuk melakukan wisata sejarah, rasanya tidak sah jika berlibur ke Jogjakarta namun tidak mengunjungi tempat ini.

Candi Borobudur ini terletak di Kabupaten Magelang dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari Kota Jogjakarta. Oh ya, sebaiknya perjalanan menuju Candi Borobudur dilakukan di pagi hari untuk menghindari sengatan matahari yang lumayan “lucu” di siang hari.



Harga tiket masuk sebesar Rp 50.000,- untuk dewasa, dan Rp 25.000,- untuk anak-anak usia 3 tahun keatas.

2.  Museum Ullen Sentalu.




Memiliki nama yang unik, Ullen Sentalu adalah singkatan dari “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang artinya nyala lampu blencong (lampu yang dipergunakan saat pertunjukan wayang kulit) merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan (source : casaindonesia.com).

Terletak di jalan Boyong KM 25 Kaliurang, Kabupaten Sleman.
Karena letaknya yang searah, museum ini bisa menjadi tujuan wisata setelah mengunjungi Candi Borobudur.

Cukup berbeda dengan museum kebanyakan yang menyuguhkan benda-benda sejarah didalam etalase kaca dengan penjelasan didalamnya, berkeliling museum Ullen Sentalu akan ditemani oleh pemandu yang akan menceritakan tentang sejarah museum ini.

Oh ya, selama melakukan tour disini, untuk alasan mistis, pengunjung dilarang mengambil gambar sembarangan kecuali di beberapa tempat yang telah disediakan.

Harga tiket masuk kesini sebesar Rp 40.000,- untuk pengunjung domestik dewasa dan Rp 20.000,- untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Untuk wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 100.000,- untuk dewasa dan Rp 60.000,- untuk anak-anak.

3.  HEHA Sky View.


Selain berwisata sejarah, tak lupa untuk mampir di tempat yang sedang happening di Jogjakarta. Adalah HEHA Sky Vew, salah satu lokasi untuk menyaksikan matahari terbit dan menikmati pemandangan malam Kota Jogjakarta. Tersedia fooudcourt dengan banyak pilihan jajanan ringan dan sebuah café untuk yang ingin sekedar nongkrong dengan pemandangan yang indah.

Banyaknya spot foto menarik dan Instagram-able membuat tempat ini ramai sekali pengunjung. Apalagi saat-saat liburan panjang, tempat ini akan menjadi lautan manusia. Saking ramainya, saya menyerah untuk bisa berfoto diatas teras kaca seperti orang-orang kebanyakan.




Biaya untuk akses masuk HEHA Sky View adalah sebesar Rp 20.000,- dan akan dikenakan biaya tambahan mulai Rp 10.000,- hingga Rp 35.000,- untuk yang ingin berfoto dibeberapa spot yang telah disediakan.

4.  Taman Sari 


Hari ke-2, merencanakan untuk berjalan-jalan hanya disekitaran Kota Jogjakarta, dan memutuskan untuk mengunjungi Taman sari yang konon dulunya merupakan taman keluarga kerajaan dan tempat permandian para puteri.

Taman Sari menjadi salah satu landmark Jogjakarta yang letaknya sangat strategis karena berada di pusat kota dan keraton Jogja. Karena musim liburan panjang, Taman Sari juga sangat ramai dikunjungi para wisatawan sehingga sulit sekali untuk memuaskan diri mengambil gambar selama berada disana.


Harga tiket masuk ke Taman Sari adalah sebesar Rp 5.000,- dan akan dikenakan biaya tambahan Rp 3.000,- untuk yang membawa kamera.

5.  Malioboro.



Masih di kawasan Kota Jogjakarta, tak lupa untuk berjalan-jalan di sekitaran Jalan Malioboro untuk melihat-lihat jajanan makanan dan kerajinan Jogjakarta di sepanjang jalan ini. Mengunjungi pasar Beringharjo dengan banyak toko yang menjual batik dengan harga sangat murah, menjadikan pasar ini sangat cocok dijadikan tujuan untuk mencari oleh-oleh khas Jogjakarta. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer Jogjakarta untuk berfoto.

6.  Wisata Tebing Pantai Nguluran.


Beranjak agak jauh dari Pusat Kota Jogjakarta, setelah saya searching wisata lain yang dimiliki Jogjakarta, pada hari terakhir kami mengunjungi Wisata Tebing Pantai nguluran. Terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul.

Harga tiket masuk Wisata tebing Pantai Nguluran adalah sebesar Rp 15.000,-. Didalam kawasan wisata tersedia food court dan beberapa gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat sambil menyaksikan pemandangan hamparan laut luas.

Di dalam area wisata, terdapat beberapa spot foto yang cukup Instagram-able. Dari beberapa spot foto, saya mencoba wahana teras kaca yang lumayan menegangkan. Untuk berfoto diarea ini dikenakan biaya sebesar Rp 30.000 untuk waktu 10 menit.



Selain itu saya juga sempat mencoba bermain Jogja Swing. Wahana ini seperti sedang bermain ayunan dengan lokasi anti mainstream yaitu diatas laut. Untuk mencoba bermain Jogja Swing, kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 50.000.

Oh ya, untuk mendapatkan hasil foto maksimal, sebaiknya menyewa jasa foto yang disiapkan. Tenang saja, karena jasa fotonya murah kok. Hanya Rp 5.000 untuk 1 foto yang akan kita ambil.

Nah itu tadi beberapa tempat yang dapat dikunjungi di Jogjakarta untuk waktu 3 hari. Semoga nanti masih ada kesempatan untuk saya sekeluarga bisa kembali ke Jogjakarta dan mengunjungi tempat wisata yang tidak sempat kami datangi waktu itu.

Semoga tulisan ini ada manfaatnya ya, sampai ketemu di tulisan selanjutnya :)






Label:

5 Komentar:

Pada 13 Juni 2020 18.26 , Blogger Mugniar mengatakan...

Jogja itu bikin kangen. Saya baru satu kali ke sana dan pengen tapi belum kesampaian. 😊

 
Pada 14 Juni 2020 21.09 , Anonymous Eryvia Maronie mengatakan...

Jogja kota yang ngangenin...
Banyak spot wisata yang bisa dikunjungi.
Seru juga tuh ke Jogja bareng manteman blogger ya! Hehhe

 
Pada 17 Juni 2020 06.43 , Blogger mardanurdin.com mengatakan...

Wuih ngilu rasanya lihat fotota berayun di atas laut. Kalau saya kesana pasti nda beranika

 
Pada 18 Juni 2020 05.42 , Blogger Siska Dwyta mengatakan...

Pengen banget juga bisa injak Jogja tapi entah kapan ya,hehe. Btw seru juga perjalanannya Kak, beruntung sebelum pandemi merebak kakak dan keluarga masih sempat traveling bareng.

 
Pada 21 Juni 2020 18.44 , Anonymous duniamasak mengatakan...

jogja selalu punya cerita yang istimewa ya :') aku pengen balik lagi melepas rindu disana

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda