16 Mei 2020

SO KLIN BERBAGI KELEMBUTAN 2020



Mei 2020, tepat sudah empat bulan lamanya kita menghadapi pandemi covid-19 di Indonesia. Beberapa diantara kita mungkin sudah familiar dengan kata “Corona”, namun masih belum mengetahui mengapa virus ini dinamakan Covid-19. Menurut Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suatu pertemuan di Jenewa seperti dikutip AFP, Selasa (11/2/2020), “Covid-19” merupakan singkatan dari ‘Co’ yang artinya ‘Corona’, ‘Vi’ yaitu ‘virus’, dan ‘d’ untuk ‘disease’ artinya penyakit, sedangkan ‘19’ adalah tahun penemuannya di Kota Wuhan, Cina, pada 31 Desember 2019. (Serambinews.com)

Virus covid-19 ini tergolong jenis virus baru yang menurut para ahli termasuk virus yang mematikan karena dapat menyebabkan luka permanen pada paru-paru pasien yang sudah terinfeksi dan sembuh.  Dan berita buruknya adalah, hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan si penderita. begitupun dengan proses penularan yang cepat sehingga menyebabkan kekhawatiran pada semua orang termasuk saya sendiri.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa penyebaran covid-19 akan sampai ke Indonesia, bahkan di Makassar karena selama ini hanya mendengar dan membaca berita, dan saat ini sudah menjadi kabar buruk yang harus dihadapi sendiri.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus ini. Diantaranya dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada beberapa Kota besar yang tingkat penyebarannya tergolong tinggi termasuk Makassar, melakukan penutupan tempat wisata, meliburkan sekolah, menghimbau para pengusaha untuk menerapkan Work From Home(WFH) kepada para karyawan, yang diikuti dengan himbauan untuk tetap #dirumahaja bagi masyarakat yang tidak ada kepentingan mendesak.

Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain. Diikuti dengan menjaga daya tahan tubuh, rajin mengkonsumsi vitamin, dan makan makanan bergizi.

Tak dapat dipungkiri hanya dalam hitungan bulan, covid-19 telah memberi banyak perubahan bagi semua orang. Beberapa pengusaha harus kehilangan omset bisnis, semakin banyak karyawan yang terkena Pemutusan hubungan Kerja (PHK) tanpa pemberian pesangon, banyak yang harus kehilangan tempat tinggal karena tidak sanggup lagi membayar biaya sewa kontrakan, bahkan beberapa orang meninggal dunia karena tidak mampu membeli makanan untuk dikonsumsi sehari-hari.

Dalam keadaan yang memprihatinkan seperti saat ini, Soklin Softergent salah satu produk dibawah naungan PT Sayap Mas Utama tidak lupa untuk turut serta mengambil bagian dalam rangka sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Soklin Softergent secara konsisten telah memasuki tahun kelima berbagi kelembutan kepada masyarakat Indonesia. Soklin Softergent ingin mengajak dan menginspirasi masyarakat untuk dapat terus-menerus mengulurkan tangan kepada sesama melalui aksi kepedulian, sehingga kelembutan kasih sayang dapat senantiasa dirasakan oleh semua orang, terutama pada momen bulan suci Ramadan.

www.mysoklin.com
Lalu bagaimana dengan kepedulian kita? Bisakah kita ikut membantu meringankan beban mereka padahal terbatas oleh himbauan untuk tetap tinggal di rumah?

Nah, saat ini SoKlin Softergent juga mengajak kita untuk  mengisi moment #dirumahaja dengan hal bermanfaat dengan mengikuti Activation So Klin Berbagi Kelembutan. Hanya dengan bermodalkan akun sosial media dan kuota internet, kita sudah dapat berbagi pelita kepada yang membutuhkan. Oh ya, Program ini berlangsung hingga 17 Mei 2020 ya.


Berikut tahapan untuk mengikuti program ini :

  1. Follow FB dan Instagram #SoKlinDetergent
  2. Posting Banner Activation diatas ke akun Instagram teman-teman
  3. Tuliskan pada caption harapan kalian untuk Indonesia saat ini
  4. Mention dan tag @SoKlinDetergent serta 5 teman kalian untuk bersama menyebar kebaikan
  5. Gunakan hashtag #berawaldarisoklin dan #SoKlinBerbagiKelembutan2020

Hanya dengan satu postingan saja, teman-teman sudah membantu mendonasikan satu paket keberlangsungan hidup kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mari sama-sama berdoa semoga kita bisa melalui semua ini dengan baik, dan Indonesia bisa kembali pulih seperti dulu lagi. Amin

11 Mei 2020

Ramadhan Ditengah Pandemi


Assalamu alaikum,

Akhirnya ada kesempatan untuk kembali mengisi blog ini setelah beberapa bulan terlalu sibuk dengan urusan diluaran sana. Apa kabar teman-temanku semua? Semoga sehat-sehat selalu ya.

Tak terasa sudah melewati pertengahan bulan Ramadhan, dan kita masih harus berperang melawan penyebaran pandemi covid19 yang menghantui kita beberapa bulan ini. Himbauan untuk harus tetap tinggal dirumah saja membuat beberapa orang kehilangan produktivitas, termasuk saya sendiri, seorang extrovert yang harus membiasakan diri tinggal dirumah.

Untuk pertama kalinya, Bulan Ramadhan yang biasanya menjadi ajang silaturahmi dengan teman-teman melalui janjian buka puasa diluar tak lagi bisa dirasakan tahun ini, tak ada tarwih Bersama di masjid, tak ada keramaian suara anak muda yang selalu berkumpul memenuhi jalanan setelah sholat subuh, Bahkan untuk mudik lebaranpun tidak dibolehkan demi untuk memutus rantai penyebaran covid19. Sedih? So pasti. Tapi bagaimanapun memang beginilah kondisi yang harus sama-sama kita terima.

Keharusan untuk tetap tinggal dirumah bisa dimanfaatkan menjadi moment untuk kita lebih mendekatkan diri dengan keluarga tercinta. Ini merupakan kewajiban yang seringkali terlupakan karena terlalu sibuk menjalin silaturahmi dengan orang lain. Melakukan ibadah Bersama, buka puasa dan sahur Bersama hanya dengan keluarga tanpa gangguan janjian bukap uasa diluar rumah yang dahulu hampir setiap hari dilaksanakan.

Mengambil hikmah dari setiap kejadian, kalimat paling ampuh yang paling pas diterapkan saat ini. Berusaha mencari hal positif ditengah keadaan yang tidak menyenangkan, berusaha untuk tetap tinggal dirumah meskipun sulit.

Covid19 memanglah membuat banyak perubahan kepada semua orang. Mari kita sama-sama berdoa semoga keadaan seperti sekarang ini bisa segera berlalu dan kita semua bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Oh ya, tak lupa kuucapkan selamat berpuasa untuk semua teman-temanku, semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan dalam lindungan Allah swt. Mohon maaf lahir dan batin ya 😊