wisata toraja yang dapat dikunjungi dalam satu hari

by - 08.31




Halooo Assalamu Alaikum,,

Setelah dua kali menginjakkan kaki di Kota Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan dalam waktu yang singkat, rasanya sayang sekali jika saya tidak sempat menulis apapun tentang perjalanan waktu itu. Meskipun sebenarnya cerita ini sudah agak basi karena telah terlewati beberapa bulan yang lalu.

Apa yang pertama kali terlintas jika mendengar Tana Toraja? Mungkin semua orang akan langsung menyebut rumah tongkonan sebagai icon dari Kota tersebut, atau menyebutkan semua destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Begitupun dengan saya yang memang sejak dulu memiliki keinginan dan ketertarikan untuk berkunjung kesana. Meskipun masih dalam wilayah Sulawesi Selatan, Kota Tana Toraja ini termasuk dalam perjalanan yang lumayan jauh. Jika berangkat dari Kota Makassar, kita harus bersabar dengan jarak kurang lebih 800 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 8-9 jam melalui jalur darat. Setahu saya, beberapa tahun lalu ada opsi dari Makassar ke Tana Toraja dengan perjalanan udara. Tapi entah bagaimana ceritanya, penerbangan tersebut sudah ditiadakan. Sangat disayangkan ya…

Untuk melakukan perjalanan darat menuju Tana Toraja, opsinya adalah menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Ketika memilih menggunakan bus, teman-teman harus menyiapkan biaya tiket bus minimal Rp 150.000,-. Harga tiket bus juga terbagi berdasarkan fasilitas. Dan kalian bisa menyiapkan biaya kurang lebih Rp 350.000 ketika ingin mencoba bus dengan fasilitas tempat tidur. Dua kali mengunjungi Tana Toraja, saya selalu menggunakan kendaraan pribadi biar disana tidak perlu memikirkan kendaraan lagi untuk jalan-jalan.

Sebagai seorang pekerja kantoran, ketika hendak bepergian untuk urusan pribadi tentunya saya akan mempertimbangkan urusan waktu. Dan waktu paling cocok untuk saya kemana-mana adalah dihari Sabtu dan Minggu. Pertama kali saya menginjakkan kaki ke Tana Toraja adalah dalam rangka menghadiri pernikahan salah satu sahabat zaman kuliah. Dan kedua kalinya dalam rangka hanya mampir saja ketika melakukan perjalanan dari Kota Palopo menuju Makassar.

Mengunjungi dan mengeksplor Tana Toraja idealnya membutuhkan waktu 3 hari 2 malam. Dengan waktu tersebut, teman-teman akan dengan santainya kesana kemari menikmati seluruh titik keindahan Tana Toraja. Tapi khusus yang tidak memiliki waktu banyak, jangan berkecil hati karena sebenarnya kita bisa tetap mengeksplor keindahan Kota tersebut dengan hanya memanfaatkan Sabtu dan Minggu saja.

Sebaiknya melakukan perjalanan di Sabtu siang agar memungkinkan untuk sampai ke Tana Toraja di malam hari. Setelah sampai disana, saya rekomendasikan untuk makan malam di café Aras. Cafe tersebut direkomendasikan oleh teman saya yang merupakan penduduk asli Tana Toraja. Menyediakan menu steak daging sapi yang enak sekali. Oh iya, karena di Tana Toraja mayoritas adalah penduduk agama kristiani, teman-teman harus pandai memilih-milih tempat makan yang boleh dikonsumsi muslim ya. Tapi jangan khawatir, karena kita tidak akan kesulitan untuk menemukan warung makan halal disana. Dan satu yang menjadi kebahagiaan saya ketika berada di Tana Toraja, semua penduduk asli sangat ramah kepada pendatang. Mungkin karena mereka terbiasa dikunjungi oleh wisatawan dari luar ya hehe..

Kampung Lolai, Negeri diAtas Awan

Jangan lupa, karena perjalanan yang saya ceritakan hanya menghabiskan Sabtu dan Minggu, untuk lebih mengefisienkan waktu, sebaiknya mencari penginapan di daerah Lolai. Ada banyak tersedia penginapan di kawasan tersebut, tapi untuk mendapatkan pemandangan gumpalan awan yang indah, saya sarankan untuk memilih “Lolai café n villas” sebagai tempat beristirahat. Tapi jika membawa anak kecil dan menginginkan kenyamanan lebih saya sarankan untuk menyewa kamar di rumah penduduk yang tepat berada di samping Lolai café n villas. Ketika memilih untuk menginap di Rantepao (Ibu kota Toraja Utara), kita akan menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam menuju Lolai, salah satu kampung yang terdapat di Rantepao. Jadi sebaiknya memang menginap di Lolai saja ya.

Suatu pagi di Lolai Cafe n Villas


Berfoto dengan latar kabut karena hujan

What a beautiful Lolai

Waktu terbaik untuk menyaksikan keindahan Negeri diAtas Awan adalah sebelum matahari terbit. Dan itu bisa disaksikan langsung di Lolai Café. Dan disinilah explore toraja dalam sehari dimulai sambil bersiap melakukan perjalanan pulang ke Makassar.

Objek Wisata Kete Kesu

Setelah  puas menikmati keindahan Negeri Diatas Awan, yuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Belum resmi berada di Tana Toraja ketika belum menginjakkan kaki di Kete Kesu. Ini kalimat yang seringkali saya dengar dari mulut teman-teman saya. Kete Kesu merupakan suatu desa yang dikenal dengan adat dan kehidupan tradisional masyarakat Tana Toraja.
Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih. Tapi sekali lagi, karena waktu kita tidak banyak, sebaiknya menikmati Kete Kesu hanya dengan berfoto di deretan rumah tongkonan dan mengunjungi pasar kecil didalamnya.







Objek Wisata Bukit Buntu Burake

Setelah puas menikmati Kete Kesu, waktunya melanjutkan perjalanan menuju Objek Wisata Buntu Burake. Karena letaknya di Makale (Ibu Kota Toraja Selatan), Buntu Burake ini sangat cocok untuk menjadi destinasi selanjutnya.

Bukit Buntu Burake merupakan tempat terbaik untuk menikmati keindahan Tana Toraja karena terletak di ketinggian. Sepanjang mata memandang, hanya terlihat bukit-bukit hijau yang indah sekali. Yang membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung kesini karena terdapat jembatan kaca sepanjang 100 meter yang bisa sekaligus untuk menguji adrenalin kita berjalan dan berfoto diatasnya.

Nah jadi demikian lah rekomendasi saya bagi yang ingin mengunjungi Tana Toraja namun tidak memiliki banyak waktu. Setelah puas menikmati Buntu Burake, silakan lanjutkan perjalanan menuju Makassar. Tapi percayalah, benar-benar meluangkan waktu beberapa hari untuk berkeliling menikmati setiap objek wisata di Tana Toraja adalah waktu terbaik. Suatu hari nanti, mohon doanya semoga saya bisa kembali ke Tana Toraja dengan waktu yang agak lama ya. Masih banyak objek wisata lain yang menunggu nih. Amiinn.

You May Also Like

8 komentar

  1. Wah menarik ini, jadi pengen juga berkunjung ke Toraja. Itu bukit di atas awannya bagus banget pemandangannya :)

    BalasHapus
  2. MashaAllah indahnya.. aku jadi pengen wisata toraja juga.. ini tempat sejak kecil sudah menghiasi kalender dimana mana dan sampai saya sedewasa ini belum kesana juga.. semoga diberikan kemudahan dan kesehatan untuk dapat berkunjung ke wisata toraja juga.. aamiin

    BalasHapus
  3. Bagusnya kalo ada penerbangan ke Toraja ya tapi kayaknya ndak nutup biaya operasionalnya ya.
    Kampung Lolai itu bikin penasaran euy. Instagrammable sekali. 😍

    BalasHapus
  4. Aduhhhhhh bagus bangettttt. Kapan aku bisa ke Toraja yaaaaa. Doakan ya mba. Pgn explore tempat2 itu dan sejarah dibaliknya. Pasti banyak cerita menarik deh. Btw, thanks for sharing ya mba.

    BalasHapus
  5. Foto kedua asik banget kak, lebih asik lagi sebenarnya kalo pas Kak Masra jalan2, saya diajak juga wkwkwk

    BalasHapus
  6. hmmm, berarti bisa ji di kak ke toraja sehari? tp cuma ke lolai sma kete kesu ya..
    ok ok nice info, smoga next time bisa kesana lagi. oh ya btw sukaka sama foto2nya, tonenya, jujuur dr lubuk hati yg paling dlm, wkwk

    BalasHapus
  7. Viewnya keren-keren euy. Jadi mupeng deh pengen ke tana toraja juga apalagi di kampung lolainya itu. Semoga suatu hari saya juga bisa kesampaian ke sana😊

    BalasHapus
  8. ngomongin Toraja buat saya adalah tempat field trip saat masih kuliah dulu.. di sanalah saya melakukan penelitian mikro fosil untuk mata kuliah palaentologi.. benar2 melelahkan.. sampai2 pesona pemandangan Toraja saat itu sulit kunikmati.. giliran berbelanja souvenir pin harus berhemat karena isi dompet mahasiswa masih sebatas uang jajan.. huf.. hehe

    BalasHapus