Kaledo, makanan khas palu di kabupaten maros

by - 01.16



Palu merupakan salah satu kota yang banyak menyimpan kelezatan kuliner. Karena saya belum pernah kesana, tentu semua yang saya ceritakan tentang Palu adalah hasil dari cerita teman-teman saya yang berasal dan atau domisili Palu.

Setiap ada teman yang akan berkunjung kesana, saya tidak pernah lupa meminta tolong untuk dibelikan roti kepang. roti dengan bentuk lonjong, lebar, dan pipih (ya begitulah kira-kira haha) seperti kepangan rambut. entah bagaimana ceritanya, dulu roti tersebut hanya bisa didapatkan di palu. 

bertahun-tahun hanya mengenal roti kepang sebagai makanan asal Palu, ternyata ada satu makanan yang bernama kaledo. Setelah saya mencari tau, kaledo ini merupakan singkatan dari kaki lembu donggala. Dan lagi, menurut cerita teman-teman saya, disana ternyata memang gampang sekali menemukan lembu. Binatang menyerupai sapi yang memiliki punuk di bagian atasnya. 

Kaledo ini disajikan dengan kuah yang terbuat dari kaldu sup biasa. Untuk menambah sensasi dalam merasakan nikmatnya, kita membutuhkan sedotan untuk menikmati sumsum yang ada didalam tulang.




Jika ingin mencoba sajian kaledo, apakah harus ke Palu? tentu saja tidak. di Kabupaten Maros, sekitar 40an kilometer dari kota Makassar, ada rumah makan yang menyediakan menu kaledo sebagai salah satu hidangan utama. Disini kita dapat merasakan sensasi kesegaran Kaledo dengan pemandangan hijau.

Rumah makannya bernama Bukit Syafa, terletak di jalan poros Kabupaten Maros, tidak jauh dari kawasan Bantimurung. Dan setelah beberapa kali kesana, sayang sekali rasanya jika tidak meninggalkan jejak disini (di blog ini maksudnya haha)



Daftar Menu
Selain menyediakan kaledo sebagai salah satu menu utama, terdapat pula palekko (makanan khas pinrang dan sidrap), ayam goreng, dan menu umum lainnya. Tapi saya pribadi, tentunya bersama teman-teman saya, selalu datang jauh-jauh dari makassar hanya untuk menikmati kaledo yang enak sekali. Oh iya, rumah makan ini direkomendasikan oleh teman saya yang bernama kak farild.



Suasana rumah makan

Interior dibuat sangat menarik dengan beberapa ventilasi udara, sehingga rumah makan ini tidak menggunakan pendingin ruangan. Sayang sekali kita akan sedikit merasa kepanasan ketika berkunjung kesana di siang hari. Tapi kabar gembiranya adalah, gerah yang kita rasakan bisa sedikit terobati oleh angin alami yang berhembus dari luar rumah makan, Jadi sama sekali tidak mengganggu suasana hati kita yang sedang menikmati hidangan (apa sih :p)





Pemandangan Belakang Rumah Makan




RM Bukit Syafa ini berada di pinggir jalan poros Maros menuju Kabupaten Bone, dengan interior menarik dan view belakang berupa sawah dan gunung yang indah sekali. Namun sayangnya, pemandangan sawah kali ini tidak sehijau biasanya, kemungkinan masa panen sudah selesai. Tapi ini tidak mengurungkan niat saya untuk berfoto, meskipun pakaian saya waktu itu sangat tidak nyambung dengan suasananya. Prinsip saya, eksistensi tetap nomor satu wkwk.

So, untuk yang rindu atau penasaran mencoba kaledo, bisa langsung main-main ke Kabupaten Maros ya.

Sekian cerita dari saya, sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya ya... dadah


You May Also Like

1 komentar

  1. ku belum pernah coba makan Kaledo, nanti kalo mampir mau icip ah :D

    BalasHapus