Kanker Paru, 90% Penyebabnya adalah Merokok

by - 03.31





Mendengar nama Kanker rasanya sudah cukup menakutkan. Setahu saya ini merupakan Salah satu penyakit mematikan selain Diabetes dan jantung.

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali, yang memiliki kemampuan untuk menyusup dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.Setiap sel tubuh memiliki pusat pengendali yang bernama nukleus. Nukleus terdiri serangkaian rantai DNA yang berfungsi sebagai pengatur sifat dan cara kerja masing-masing sel, termasuk untuk membelah diri. (Sumber : Alodokter.com)

Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru (organ yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas). Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi.Meskipun begitu, kanker paru-paru termasuk salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Kondisi ini kebanyakan diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas. Tapi kemudian gejala seperti batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan,dan penurunan berat badan akan muncul. (Sumber : Alodokter.com)

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri Seminar Healthy Life Gathering 2019 yang diselenggarakan oleh Allianz Indonesia, bekerja sama dengan MNC Trijaya FM dan Madama Radio dengan tema “Deteksi Dini Kanker Paru dan Cara Pencegahannya” yang dibawakan oleh Dr Harry Akza Putrawan, Sp.P, salah satu Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan yang berpraktek di Rumah Sakit Siloam Makassar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Iconic Coffee, Jalan Amana Gappa Makassar.

Setelah melakukan registrasi, kami diberi kupon untuk melakukan tes kesehatan, namun karena jarum suntiknya lumayan kelihatan menakutkan, jadi saya mengurungkan niat untuk ikut dan langsung menuju kursi yang disiapkan diruang seminar. Sebenarnya bukan karena takut jarum suntik, tapi lebih ke tidak siap menerima kenyataan tentang hasil kesehatannya hahaha



Suasana tes kesehatan yang menakutkan itu hahaha

Didalam Seminar tersebut, Dr Harry Akza Putrawan, Sp.P menjelaskan bahwa 90% Penyebab Kanker Paru adalah merokok, dan sisanya adalah karena radiasi dan polusi udara. Orang yang paling beresiko terkena Kanker Paru ternyata bukan hanya perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Sudah tau kan mana yang termasuk perokok pasif? Adalah mereka yang berada disekitar si Perokok Aktif, yang hanya terkena asap dan aroma rokok. Coba bayangkan sebegitu mengerikannya bahaya rokok ini.

Selain rokok yang umum dikonsumsi, beberapa tahun lalu saya mengetahui rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan Rokok Vaping. Saya dikenalkan oleh suami saya beberapa tahun lalu karena dia juga sempat menjadi konsumen rokok elektrik tersebut, setelah sekian lama berhenti mengkonsumsi rokok konvensional.

Namun menurut dokter Harry, Rokok Elektrik ini sama berbahayanya dengan Rokok Konvensional. Keduanya sama-sama mengandung Nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan dan membahayakan paru-paru.

Beberapa teman saya pengguna Rokok Elektrik juga mengklaim bahwa ini tidak berbahaya karena Rokok elektrik memiliki berbagai rasa yang juga membuat harum uap yang dihembuskan. Dan ini dianggap sebagai aroma terapi yang baik untuk kesehatan. Namun, dibalik rasa enak  yang dihasilkan rokok elektrik, seperti buah-buahan, kayu manis, hingga popcorn. terkandung satu zat yang membahayakan, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

Sebegitu menakutkannya akibat yang ditimbulkan oleh Merokok, sehingga berkali-kali dokter Harry mengingatkan peserta Seminar untuk menjauhi Rokok. Karena selain berbahaya untuk kesehatan sendiri, Asap yang ditimbulkannya juga sangat berbahaya untuk orang sekitar.

Untuk para Ibu yang suaminya perokok, tolong jangan berhenti mengingatkan Suami untuk menjauhi rokok. Dan untuk para Suami dan Ayah, Berkorbanlah untuk tidak merokok demi kesehatan keluargamu.
Semoga Keluarga kita semua senantiasa dijauhkan dari Penyakit Berbahaya ini.

Sampai Jumpa di Postingan Selanjutnya yaaaaa ;)


You May Also Like

11 komentar

  1. Nah, rokok elektrik itu yang diklaim oleh penggunanya terutama produsennya tidak membahayakan kesehatan, ternyata juga berbahaya kan ya!
    Secara kasat matanya aja kelihatan tidak sehatnya karena menghirup-hirup asap seperti itu...

    BalasHapus
  2. aku berhenti rokok saat udh nikah. suami samasekali ga merokok, jd pas pacaran dia sering wanti2 aku utk berhenti. akhirnya bisa sih setelah nikah dan punya anak. semoga banyak org2yg msh merokok akhirnya punya tekad kuat utk bener2 berhenti. sepupuku sndiri berhenti rokok sejak anak keduanya meninggal saat bayi. penyebabnya, rokok dr ortunya yg sering terkena ke si baby :(

    BalasHapus
  3. Ternyata rokok elektrik pun bahaya juga ya Mbak, bukan hanya nikotin saja. Bersyukur di rumah kami tidak ada yang merokok. Semoga kita semua sehat selalu ya Mbaaaaa....

    BalasHapus
  4. Awal ketemu suami, doi adalah perokok berat, namun saat bersamaku doi janji tidak merokok.
    Namun ternyata berhenti merokok itu memang perlu niat dan kemauan yang keras, ya
    Sering ada drama di antara kami, apalagi di awal-awal pernikahan.

    Namun sejak aku mengandung dan sampai kini, alhamdullillah doi sudah berhenti murni.
    Bahkan sekarang ikut-ikutan sebal sama bau rokok.
    Aku sering bercanda berkata, "Begitulah dulu perasaan adek, Bang"

    Paling sebal itu kalau semua jadi bau rokok, terutama hijab. Kesalnya sampai ke ubun-ubun.
    Bayangkah nih, sudah dandan maksimal, terus ada orang merokok, duh... sudahlah, tak usah diteruskan lagi, hahaha

    Aku juga pernah baca, efek rokok elektrik 10x lebih bahaya dengan yang konvensional.

    Begini kutipannya:

    "... Menurut dr. Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, mempromosikan atau membantu kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa."

    Sumber: hellosehatdotcom

    Hmmm...

    BalasHapus
  5. Merokok itu gak cuma bikin diri sendiri jadi susah, orang lain di sekitar pun jadi sengsara

    BalasHapus
  6. Iya, kak...
    Banyak yang bilang kalau rokok elektrik ga bahaya, makanya pada beralih.

    Tapi asapnya itu...rasanya makin banyak yaa..

    Ternyata benar, bahayanya sama.

    Semoga makin banyak yang tersadarkan bahwa rokok itu ga ada manfaatnya.

    BalasHapus
  7. saya termasuk yang sering ikut campaign katakan tidak untuk merokok. terlebih saya punya asma, bener2 bensi dengan asap rokok

    BalasHapus
  8. Ngomongin soal rokok aku bingung mau berkata apa.. Pengen nangis..tetangga meninggal karena rokok jg... Sakit paru.. Ya allah

    BalasHapus
  9. Ngga ada yang bisa kita katakan sama org yg merokok. Mereka selalu punya pembelaan atas apa yg mereka lakukan. Satu saat ak pernah bilang sama om'ku "Om, udah jangan merokok terus dong".

    Jawabannya : "Kalau mau mati, mati aja lah situ" *sambil ketawa.

    Beberapa bulan kemudia dia meninggal, ninggalin banyak beban di keluarganya. Anak 2 masih kuliah, jd istri banting tulang. Miris ya.

    BalasHapus
  10. Suamiku masih merokok sampe sekarang, syedih :(
    Sudah ngomong gimanapun tetap bandel huhuhu...
    Padahal kalau dibilangin yang lain manut, tapi kalau urusan rokok masih bandel dia :(
    Jadi cuma bisa berdoa semoga rokoknya jadi obat dari segala penyakit, BUKAN sebaliknya :)

    BalasHapus