21 April 2019

Malino Highlands, Magnet Untuk Berkunjung ke Malino



Berjarak kurang lebih 80 km dari Kota Makassar, dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam, menjadikan Malino cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal ketika akhir pekan. Malino ini sendiri merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa, tepat bersebelahan dengan Kota Makassar. Dengan udara yang sejuk dan dingin, membuat kami warga Makassar selalu ingin berkunjung kesana ketika bosan dengan cuaca Makassar yang selalu panas 🤣

Jumat 19 April 2019 kemarin, saya dan beberapa orang teman (tentunya membawa serta suami dan anak hehe) berkunjung ke Malino Highlands. Sebelum adanya pengembangan, kawasan ini hanya merupakan hamparan perkebunan teh yang cukup luas. Kemudian dikembangkan oleh Investor Jepang yang mungkin melihat ada potensi bagus yang bisa menarik minat Wisatawan untuk berkunjung. Oh iya, Tarif untuk masuk ke Malino Highlands adalah Rp 50.000 untuk dewasa, dan Rp 25.000 untuk anak-anak 5 tahun keatas.


Green Pekoe Cafe

Ketika pertama kali masuk ke Kawasan Malino Highlands, selain hamparan kebun teh luas yang sangat indah, pertama kali yang menarik perhatian adalah bangunan Cafe Green Pekoe, di desain khusus ala Jepang, bangunan Cafe ini sangat instagram-able dan menjadi salah spot foto favorit. Salah satu minuman favorit disana adalah teh panas yang tehnya dipetik langsung dari kebun teh, tentunya setelah diolah dulu ya hehe.





Harga menu makanan dan minuman disana juga termasuk “mahal” untuk ukuran harga makan dan minum di Malino, tapi wajar sih, mereka menjual “view” dari cafe tersebut. Jadi sebelum pesan, dilihat-lihat dulu ya daftar menunya..

Taman Bunga

Setelah puas berfoto dan menikmati keindahan hamparan hijau kebun teh, kami mengunjungi taman bunga yang letaknya tidak terlalu jauh dari Green Pekoe Cafe (tapi jangan kaki juga ya kesananya, kecuali kalo mau ngos-ngosan hahaha).

Ribuan bunga krisan warna putih, pink, dan kuning, juga bunga-bunga lain yang tidak saya ketahui namanya cukup membuat saya begitu mengagumi taman ini, mau nanya nama-nama bunga yang ada disana ke si Bapak Penjaga, kebetulan beliau sedang sibuk karena suasana waktu itu memang agak crowded. Maklumlah lagi libur panjang, jadi banyak sekali wisatawan yang berkunjung.






Kebun Binatang Mini

Yang paling excited ketika sampai ke part ini adalah anak saya Alfa, dia berhasil bertemu dengan kuskus, monyet, kelinci, bebek, dan beberapa ekor burung.  Walaupun masih takut mendekati binatang-binatang tersebut, terlihat sekali Alfa sangat menikmati pemandangannya, dan beberapa kali menolak ketika diajak pulang. Btw ini kali kedua Alfa dibawa kesana, pertama kali waktu usianya 8 bulan dan belum mengerti apa-apa. Sekarang sudah suka heboh sendiri bercerita tentang pengalamannya bertemu binatang-binatang.









FYI, Di Malino Higlands juga menyiapkan penginapan dengan harga diatas Rp 1.000.000 (satu juta rupiah), ini sudah termasuk sarapan untuk 2 orang. Namun kebanyakan Wisatawan memang lebih memilih menginap diluar dan datang kesini sejak pagi untuk mulai berkeliling.

Selain mengunjungi taman bunga dan kebun binatang mini, sebenarnya di Kawasan Malino Highlands juga ada 2 air terjun, beberapa kali kesana, saya tidak pernah sekalipun berkunjung, insyaAllah nanti kalo ada waktu lebih banyak.

Oh iya, disana kita juga bisa menunggangi Kuda Australia yang tinggi dan bersih, cukup dengan membayar Rp 25.000,- untuk mengelilingi kebun teh. Kali ini saya tidak menunggang kuda sih, karena dulu sudah pernah mencoba waktu pertama kali kesini. hehe

Soo Guys, Yuk ke Malino, Ayo ke Makassar 😉



Label:

pengecekan sertifikat tanah di BPN, datang langsung aja yuk...


Untuk para Bankers, Developer atau yang sering bergelut di urusan jual beli aset, mungkin sudah sangat familiar dengan yang namanya pengecekan sertifikat. Namun bagi yang belum tau, saya coba jelaskan sedikit ya. Jadi pengecekan sertifikat adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui data fisik dan data yuridis yang tersimpan dalam peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur dan buku tanah seperti yang tercantum dalam Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.  Dan satu-satunya Pihak yang Berwenang untuk memutuskan status suatu sertifikat tanah adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang masih belum ada gambaran, coba deh lihat baik-baik sertifikat atas tanah yang dimiliki kemudian perhatikan halaman demi halaman didalamnya. hehe

Jika tidak terdapat catatan dalam buku tanah atau sertifikat dinyatakan bersih, maka BPN akan membubuhkan tanda bahwa sertifikat sesuai dengan buku tanah, dengan adanya tulisan:
“Telah diperiksa dan sesuai dengan daftar di Kantor Pertanahan” (pengecekan dengan membawa sertifikat asli)
Jika membawa copy sertifikat (biasanya dalam kondisi sertifikat asli sedang dijaminkan di Bank), BPN akan mengeluarkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)

Nah dalam dunia Perbankan, khususnya saya sebagai Staff Legal saat itu, kami sering sekali melakukan kegiatan ini untuk memastikan sertifikat yang akan dijaminkan oleh nasabah pembiayaan dapat dijadikan Agunan di bank, juga untuk keperluan lelang aset yang diambil alih oleh Bank. Dan biasanya, kami bekerja sama dengan Notaris rekanan untuk melakukan pengecekan sertifikat ini dengan biaya antara 250rb - 300rb untuk tarif normal (selesai maksimal 5 hari kerja) dan 700rb - 1jt untuk percepatan pengecekan (bisa selesai 1 hari), biaya tersebut sudah termasuk fee atau biaya jasa Notaris.

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan pengurusan pengecekan sertifikat, mencoba untuk datang langsung ke BPN (tidak melalui jasa Notaris), mengambil nomor antrian kemudian menuju loket yang disediakan untuk memasukkan surat permohonan pengecekan sertifikat. menunggu sejenak untuk mengisi formulir permohonan pengecekan kemudian dilakukan verifikasi identitas dengan data di sertifikat. Antrinya sih lumayan panjang ya, tapi tidak menjadi masalah karena disiapkan kursi untuk duduk, ruangannya dilengkapi AC pula, jadi menunggu lama juga tidak masalah bagi saya. Setelah itu saya diminta melakukan pembayaran di kasir sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah), murah gak tuh? hihi..

Suasana Loket Pembayaran 

Ada Ruang Menyusui juga loh....

Dan setelah itu diminta untuk menunggu maksimal 3 hari dan akan dihubungi ketika hasil pengecekan sertifikat sudah keluar.
2 hari kemudian, saya ditelepon oleh pegawai BPN, yang memberi info bahwa pengecekan sertifikatnya sudah selesai dan bisa diambil ke BPN.
Sesampainya disana, kembali mengambil nomor antrian untuk pengambilan sertifikat, menunggu lagi agak lama karena BPN ini memang termasuk salah satu kantor pelayanan yang selalu ramai oleh pengunjung.

Loket Pengambilan Sertifikat
Sekitar setengah jam menunggu, tiba giliran nomor antrian saya dipanggil petugas. Kembali melakukan verifikasi identitas, dan langsung menerima sertifikat yang sudah diberi keterangan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Naaah terlihat jelas kan lebih murah melakukan pengecekan langsung di BPN, lebih mudah pula untuk mengetahui secara langsung status sertifikat kita di BPN. Tapi untuk yang males ngantri lama-lama dan memang tidak masalah dengan biaya, boleh minta bantuan Notaris untuk melakukan pengurusannya deh, tentunya dengan surat kuasa pemilik sertifikat kepada Notaris ya.. hehehe

Semoga informasi ini bisa bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan selanjutnya 🤗



Label:

16 April 2019

Kanker Paru, 90% Penyebabnya adalah Merokok





Mendengar nama Kanker rasanya sudah cukup menakutkan. Setahu saya ini merupakan Salah satu penyakit mematikan selain Diabetes dan jantung.

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara tidak terkendali, yang memiliki kemampuan untuk menyusup dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.Setiap sel tubuh memiliki pusat pengendali yang bernama nukleus. Nukleus terdiri serangkaian rantai DNA yang berfungsi sebagai pengatur sifat dan cara kerja masing-masing sel, termasuk untuk membelah diri. (Sumber : Alodokter.com)

Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru (organ yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas). Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi.Meskipun begitu, kanker paru-paru termasuk salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Kondisi ini kebanyakan diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas. Tapi kemudian gejala seperti batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan,dan penurunan berat badan akan muncul. (Sumber : Alodokter.com)

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri Seminar Healthy Life Gathering 2019 yang diselenggarakan oleh Allianz Indonesia, bekerja sama dengan MNC Trijaya FM dan Madama Radio dengan tema “Deteksi Dini Kanker Paru dan Cara Pencegahannya” yang dibawakan oleh Dr Harry Akza Putrawan, Sp.P, salah satu Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan yang berpraktek di Rumah Sakit Siloam Makassar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Iconic Coffee, Jalan Amana Gappa Makassar.

Setelah melakukan registrasi, kami diberi kupon untuk melakukan tes kesehatan, namun karena jarum suntiknya lumayan kelihatan menakutkan, jadi saya mengurungkan niat untuk ikut dan langsung menuju kursi yang disiapkan diruang seminar. Sebenarnya bukan karena takut jarum suntik, tapi lebih ke tidak siap menerima kenyataan tentang hasil kesehatannya hahaha



Suasana tes kesehatan yang menakutkan itu hahaha

Didalam Seminar tersebut, Dr Harry Akza Putrawan, Sp.P menjelaskan bahwa 90% Penyebab Kanker Paru adalah merokok, dan sisanya adalah karena radiasi dan polusi udara. Orang yang paling beresiko terkena Kanker Paru ternyata bukan hanya perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Sudah tau kan mana yang termasuk perokok pasif? Adalah mereka yang berada disekitar si Perokok Aktif, yang hanya terkena asap dan aroma rokok. Coba bayangkan sebegitu mengerikannya bahaya rokok ini.

Selain rokok yang umum dikonsumsi, beberapa tahun lalu saya mengetahui rokok elektrik atau yang lebih dikenal dengan Rokok Vaping. Saya dikenalkan oleh suami saya beberapa tahun lalu karena dia juga sempat menjadi konsumen rokok elektrik tersebut, setelah sekian lama berhenti mengkonsumsi rokok konvensional.

Namun menurut dokter Harry, Rokok Elektrik ini sama berbahayanya dengan Rokok Konvensional. Keduanya sama-sama mengandung Nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan dan membahayakan paru-paru.

Beberapa teman saya pengguna Rokok Elektrik juga mengklaim bahwa ini tidak berbahaya karena Rokok elektrik memiliki berbagai rasa yang juga membuat harum uap yang dihembuskan. Dan ini dianggap sebagai aroma terapi yang baik untuk kesehatan. Namun, dibalik rasa enak  yang dihasilkan rokok elektrik, seperti buah-buahan, kayu manis, hingga popcorn. terkandung satu zat yang membahayakan, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

Sebegitu menakutkannya akibat yang ditimbulkan oleh Merokok, sehingga berkali-kali dokter Harry mengingatkan peserta Seminar untuk menjauhi Rokok. Karena selain berbahaya untuk kesehatan sendiri, Asap yang ditimbulkannya juga sangat berbahaya untuk orang sekitar.

Untuk para Ibu yang suaminya perokok, tolong jangan berhenti mengingatkan Suami untuk menjauhi rokok. Dan untuk para Suami dan Ayah, Berkorbanlah untuk tidak merokok demi kesehatan keluargamu.
Semoga Keluarga kita semua senantiasa dijauhkan dari Penyakit Berbahaya ini.

Sampai Jumpa di Postingan Selanjutnya yaaaaa ;)


Label: ,

9 April 2019

FEMME DAN CBFW 2019 MAKASSAR “THE FUTURE OF CULTURE”


Alhamdulillah senang sekali rasanya untuk pertama kalinya menjadi bagian dari FEMME dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) 2019 setelah beberapa tahun berturut-turut hanya datang sebagai pengunjung. Sejak dulu Event ini memang menjadi salah satu yang menarik perhatian saya, dan tidak pernah sekalipun saya lewatkan meskipun hanya datang sesekali setiap tahunnya hanya untuk jajan-jajan baju dan nonton fashion show.

Dan lagi-lagi, keterlibatan saya ini atas ajakan Zilqiah, sosok yang selalu memberi semangat untuk nge-blog, si Duta Blogger Makassar. Kenapa saya menyebut dia Duta Blogger? Karena dia memang tidak pernah bosan untuk mengajak saya (dan teman-teman lainnya) kembali mengaktifkan akun Blog yang sudah mati suri selama kurang lebih 9 tahun hahaha. Dan memang akhir-akhir ini dia menjadi a Positive Vibes bagi saya, yang mengajak saya merasakan kembali dunia saya yang telah lama hilang, dan memberi saya kegiatan baru setelah bertahun-tahun ini merasa jenuh dengan kegiatan ngantor setiap hari yang begitu-begitu saja (Ujung-ujungnya curhat dan keluar dari topik, pardon me hahaha)

Kembali ke Femme dan CBFW 2019, dengan mengangkat tema “The Future Of Culture”, event ini menjadi salah satu indikator kemajuan industri fashion tanah air dan diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang kekuatan kekayaan budaya Indonesia khususnya Sulawesi Selatan, dan menjadi tambahan wawasan juga kepada saya pribadi untuk lebih mengenal deretan Desainer kebanggaan Indonesia. Dengan adanya event ini, saya benar-benar merasakan kebanggaan tersendiri sebagai warga Sulawesi Selatan.

Saya dan beberapa teman Blogger Makassar menghadiri Opening Ceremony FEMME dan CBFW 2019 dengan Outfit yang ditentukan yaitu “touch of ethnic” pada hari Rabu, 03 April 2019 di Hotel Four Points Makassar. Disinilah Event ini berlangsung sampai hari Minggu, 07 April 2019.


Foto bersama teman-teman blogger sebelum ke panggung acara pembukaan
Tari Cora' Labba yang luar biasa memukau menjadi pembuka acara Opening Femme dan CBFW kali ini, tidak hanya gerakan demi gerakan yang indah, pada tarian ini dipamerkan pula cara pembuatan Lipa Sabbe yang merupakan sarung khas Sulawesi Selatan. Dan ini juga merupakan kali pertama saya menyaksikan langsung pertunjukan tarian ini.


FEMME dan CBFW 2019 dibuka secara resmi oleh Ir. Liestianty F Nurdin, M. Fish selaku ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan dan isteri dari Gubernur Sulawesi Selatan. Selama beliau memberi sambutan, saya tidak berhenti mengagumi outfit yang dikenakan, dan ternyata itu adalah rancangan dari Steven Tach, Desainer asal Jepang yang juga menjadi magnet pengunjung penikmat fashion untuk datang ke event ini. 


Beberapa rancangan Steven Tach juga dipamerkan pada Opening FEMME & CBFW 2019 ini. Dibuat dari bahan kain tradisional Sulawesi Selatan yang khusus menggunakan ciri khas dari Steven Tach. Ketika melihat para model berjalan diatas catwalk, sudah langsung dapat ditebak nuansa Jepang yang dipadukan dengan budaya Indonesia khususnya Sulawesi Selatan.

Tidak selesai sampai disitu, Opening FEMME dan CBFW 2019 juga menghadirkan Deden Siswanto, salah satu desainer terbaik Indonesia yang juga menampilkan karya terbaiknya kali ini. Dengan tema “Lipa Lagosi dan Kagirinaku” beliau menampilkan karyanya dengan berbagai ornamen unik yang ternyata juga terinspirasi dari kehidupan tradisional Jepang. Beberapa model terlihat memakai bakul gandum dan beberapa hasil bumi lainnya. Dan menurut saya ini salah satu cara menarik perhatian yang luar biasa, fashion show kali ini dibuat lebih variatif dan tidak monoton. Dan tentunya setelah acara Opening selesai, saya dan teman-teman berjalan berkeliling mengitari booth demi booth untuk melihat-lihat baju, aksesoris, sepatu dan tas lucu. Bagaimanapun, naluri seorang perempuan emang ga jauh-jauh dari sana ya.





Blogger Makassar X Deden Siswanto
 Karena kesibukan saya sebagai pekerja kantoran dengan jam kerja 8.00 – 17.00, akhirnya saya tidak sepenuhnya menikmati rangkaian acara pada event ini, ada beberapa fashion show yang saya lewatkan, dan yang paling disayangkan adalah karena tidak sempat melihat langsung fashion show “DOA” karya Dewi Sandra, salah satu wanita inspiratif bagi saya. Jadi beberapa hari setelah Opening, saya hanya menyempatkan diri berkunjung selepas jam kerja, itupun hanya mampir sebentar karena ada si kecil yang sudah setia menanti mama nya dirumah. Hehehe..

Minggu 07 April 2019, karena bertepatan dengan jadwal arisan teman-teman Hijabsist (arisan ini sudah berlangsung sejak 2011, kapan-kapan saya akan cerita ah tentang geng arisan kami ini, doakan ga mager ya hihi), akhirnya kami memutuskan untuk melaksanakan arisan di Hotel Four Points, maklum teman-teman arisan saya juga termasuk penikmat fashion, maka sepakatlah kami melaksanakan arisan disana. Dan karena kemarin itu merupakan hari terakhir FEMME dan CBFW 2019, lokasi event menjadi sangat ramai pengunjung karena beberapa booth memang memberi banyak diskon yang menarik hati. 


Beberapa dari sekian banyak member arisan Hijabsist yang sempat hadir


CLOSING CEREMONY FEMME dan CBFW 2019

Official Blogger X Media Makassar

Ibu Icha AZ Lily, Wanita dibalik terselenggaranya FEMME dan CBFW 2019
Tidak kalah memukaunya dengan Opening Ceremony FEMME dan CBFW 2019, Closing Ceremony nya pun berjalan dengan sangat khidmat. Dibuka dengan lagu “Anging Mammiri” yang dinyanyikan oleh Nindy Ayunda dengan sangat merdunya, fashion show yang diisi oleh Ririen Ekawati yang menggunakan pakaian karya Viena Mutia, salah satu desainer muda Indonesia yang populer di kalangan sosialita Indonesia, dan beberapa rancangan karya Ghea Indonesia yang juga menarik perhatian saya.

Closing Ceremony kali ini juga merupakan kali terakhir bagi Ibu Indira Jusuf Ismail, isteri dari Bapak Walikota Makassar yang tahun ini sudah mengakhiri masa jabatannya. Selama kurang lebih 5 tahun ibu Indira menjadi salah satu yang memberi dukungan penuh terhadap event ini.

Alhamdulillah Banyak kenalan baru, pengalaman baru, dan wawasan baru bagi saya pribadi dengan menjadi bagian dari event keren ini. Dua jempol tinggi-tinggi kepada 3 Pro Management sebagai penyelenggara setiap tahun dengan konsep yang selalu menarik. Semoga saya selalu diberi kesehatan dan kesempatan untuk bergabung pada event-event fashion selanjutnya. Sampai jumpa di FEMME dan CBFW 2020, Insya Allah

Label: ,

1 April 2019

Kenapa Tiba-tiba Ngeblog ?

sebenarnya kegiatan blog-ing ini sudah saya lakukan sejak lama, jika kalian memperhatikan profil saya dengan seksama, terlihat waktu bergabung saya di blog adalah sejak Januari 2010. waktu itu usia saya 22 tahun, dan saya masih seorang mahasiswi fakultas hukum universitas hasanuddin makassar semester akhir.

sebagai remaja usia 22 tahun saat itu, isi blog saya hanya tentang kisah pribadi yang bercerita tentang masa-masa indah  perjalanan percintaan saya waktu itu. ya tentunya dikemas tidak sedetail mungkin. beberapa nama subjek nya juga tidak pernah di publish. tidak satupun berisi cerita sedih dan galau, karena saya termasuk kedalam tipe yang tidak pernah menceritakan kesedihan kepada siapapun, kecuali mengadu pada yang diatas (cieeeh 🤭)

beberapa tahun berlalu, dan blog saya hanya menyisakan cerita tentang kisah kasmaran remaja wanita yang beranjak dewasa. dan entah kenapa, mungkin karena munculnya beberapa sosial media yang waktu itu menurut saya lebih menarik, dan saya akhirnya berhenti ngeblog. 

maret 2019, saya membuka kembali akun blog yang sudah sejak lama tidak dihiraukan, tentunya ini bukan atas inisiatif saya sendiri, tapi karena zilqiah, salah satu member arisan tubils yang dulunya juga merupakan anak fakultas hukum unhas. dia bisa dibilang sahabat saya, salah seorang blogger hits makassar. menurutnya, terlalu banyak hal dalam hidup saya yang bagus untuk dituliskan dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. dan ajakan itu saya iya-kan tidak lama setelah dia mengajak saya untuk ikut dalam salah satu job di sosial media. dan lewat qiah, saya jadi punya banyak teman baru dari berbagai profesi yang juga suka menulis. karena selalu berkenalan dengan orang baru memang sudah menjadi passion saya sejak dulu. saya suka punya banyak teman.

saya, taya, qiah dan ita, ketika meeting untuk persiapan pembuatan
creative content di instagram. untuk pertama kalinya saya dan ita
tertarik untuk kembali ngeblog setelah ratusan purnama berlalu hahaha


Baca selengkapnya »

Label: