5 Oktober 2020

The New Arayu Aesthetic Clinic

Untuk warga Kota Makassar dan sekitarnya pasti sudah familiar dengan Klinik Kecantikan Arayu yang sedang digemari banyak kalangan perempuan. Klinik yang dulunya berlokasi di Jalan Andi Djemma Makassar kini berpindah ke Jalan Sultan Hasanuddin Makassar.

Dengan Gedung yang jauh lebih luas dari sebelumnya, yang tentunya menambah kenyamanan setiap yang datang. Tersedia sofa empuk dan air mineral juga colokan agar pasien yang datang tidak merasa bosan menunggu antrian. Oh ya, karena klinik Arayu ini sedang happening di Makassar, jadi harus bersiap antri ketika kesana. Tapi tak perlu khawatir karena semua fasilias yang disediakan cukup membuat kita tidak merasakan lelah mengantri.  Jika membawa serta anak jangan khawatir karena disediakan playground untuk  bermain sehingga ibu bisa treatment dengan tenang.  Dan jangan lupa selama disana tetap untuk menjaga protokol kesehatan ya.




Tepat 2 minggu lalu saya mengunjungi Arayu Aesthetic Clinic untuk bertemu langsung dengan Dr Ayu, owner sekaligus salah satu dokter yang berpraktek disana untuk melakukan pengecekan kondisi wajah dan juga perawatan seperti apa yang disarankan oleh beliau. Kesan pertama yang sungguh menyenangkan karena Dr ayu sangat ramah dan setia menjawab apapun pertanyaan saya seputar masalah kulit wajah. Sebelum masuk ke ruang konsultasi, wajah akan difoto terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi dan update perkembangannya setelah melakukan perawatan disana.

Sebelum ke Lobby lantai 3, wajib mengganti alas kaki



Lantai 3

Sesi Konsultasi bersama Dr. Ayu

Setelah dilakukan pengecekan, masalah kulit wajah saya adalah munculnya beberapa guratan halus yang ternyata merupakan pembuluh darah yang keluar ke permukaan kulit. Salah satu penyebabnya yang paling umum adalah karena sinar matahari. Seiring berjalannya waktu, sinar matahari dapat menipiskan dermis kulit yang dapat menyebabkan penurunan kolagen, elastin, dan asam hialuronat. Tapi selain pengaruh sinar matahari, garis-garis halus diwajah dapat muncul karena pemakaian krim dosis berat dalam waktu lama, kata Dr. Ayu.


Oleh dokter, saya disarankan melakukan Giallo Laser, yang dulunya dikenal sebagai Yellow Laser. Terjadi perubahan nama karena teknik dan parameter yang digunakan telah berbeda (aplikasi alat berbeda). Ini adalah jenis Laser Diode dengan panjang gelombang 577nm yang diklaim sangat aman dan telah teruji klinis secara internasional. Berasal dari Jerman yang telah memiliki izin Depkes dan telah mendapat sertifikasi FDA US (Amerika Serikat).


Beberapa manfaatnya antara lain :

1.    Membantu masalah kulit yang mudah memerah (Sensitive Skin)

2.       Mengurangi urat-urat halus

3.       Mengurangi jerawat

4.       Mengurangi bekas jerawat merah

5.       Mengatasi wajah kusam

6.       Menghilangkan Darkspot dalam 1 kali pengerjaan

7.       Mencerahkan kulit


Menemukan banyak solusi hanya dengan satu jenis perawatan, Ini yang langsung muncul dipikiranku ketika mendapat penjelasan tentang Laser ini. Pantas saja banyak perempuan yang memilih untuk melakukan laser meskipun dengan harga yang lumayan dan menyakitkan wajah. Untuk hasilnya diklaim dapat terlihat beberapa hari sampai beberapa minggu. Dan hasil terbaik umumnya adalah setelah 3 minggu pasca perawatan. Tapi kembali lagi, lama hasilnya tergantung dari respon kulit masing-masing yang akan dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu ya.


Ini pertama kalinya saya melakukan laser wajah. Selama ini hanya berani melakukan peeling untuk proses regenerasi sel kulit wajah. Sebelum memulai perawatan, wajah saya dioleskan cairan anastesi untuk mengurangi rasa sakit ketika di laser. Dan benarlah istilah “beauty is pain”, karena ternyata melakukan perawatan laser benar sungguh menyakitkan hahaha. Tapi jangan khawatir, karena ada proses “cooling” ketika merasa wajah sudah terlalu perih.

Sebelum treatment wajib mengganti pakaian


Pengolesan Cairan Anastesi


Proses Giallo Laser


Proses Cooling


Durasi perawatan Giallo Laser ini antara 30-60 menit, tergantung masalah pada wajah.

Oh ya setelah 2 minggu pasca melakukan Giallo laser, saat ini kulit wajah saya masih dalam tahap pemulihan bekas luka yang kata dokter akan segera membaik dengan bantuan beberapa krim yang sudah diberikan. Untuk foto wajah saya sebelum dan setelah ada hasil dari perawatan ini akan saya tunjukkan di postingan berikutnya ya insya Allah.

Demikian cerita saya tentang pengalaman melakukan perawatan di Arayu Aesthetic Clinic. Dan pesan saya adalah, untuk urusan wajah jangan sampai salah pilih ya teman-teman. Pastikan memilih klinik perawatan terpercaya. Karena wajah adalah investasi, maka rawatlah sebaik mungkin.

Sampai ketemu di cerita berikutnya ya :)


 


 


 


 








26 Juni 2020

SOKLIN SAMBUT BULAN RAMADAN DENGAN BERBAGI KELEMBUTAN

Kementerian Tenaga Kerja pada 7 April 2020 mencatat ada 1,2 juta orang terkena PHK. Menghadapi situasi tanpa pekerjaan dan penghasilan, dengan ancaman penyebaran virus yang mematikan, masyarakat masih harus memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari di tengah ibadah puasa.

Beberapa saat lalu saya turut serta dalam  Soklin Softergent Campaign yang mengadakan Activation Soklin Berbagi Kelembutan dan mengajak masyarakat untuk ikut serta mengisi momen #dirumahaja dengan memanfaatkan social media untuk sebuah hal positif. Hanya dengan melakukan repost foto dan memberikan caption tentang harapan untuk Indonesia kedepannya, kita sudah dapat menyumbangkan paket untuk keberlangsungan hidup orang lain.

Saya pribadi juga merasakan kebahagiaan tak terhingga karena bisa turut serta mengambil bagian dalam memberikan bantuan sebanyak 2.000 paket keberlangsungan hidup untuk 2.000 keluarga. Tidak menyangka hanya dengan hal kecil yang saya lakukan, bisa memberi dampak kepada masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat pun menyambut kegiatan ini dengan antusias, tak terkecuali para penggali kubur untuk jenazah korban Covid-19. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, sebab pendapatan kami menurun sejak adanya virus Corona ini. Belum lagi kami harus mempertaruhkan nyawa setiap hari akibat Corona untuk bekerja demi menyambung hidup. Terima kasih untuk bantuan yang telah diberikan”, ucap salah satu penerima paket bantuan dengan penuh rasa syukur. SoKlin Berbagi Kelembutan kali ini menyasar masyarakat yang terdampak Covid-19 dari berbagai latar belakang serta profesi, terutama mereka yang kehidupannya bergantung pada pendapatan harian atau bekerja pada sektor informal.






Paket bantuan yang diberikan terdiri dari beragam kebutuhan pokok seperti beras, gula, mie instan, dan minyak goreng. Tak hanya itu, produk SoKlin Softergent, cairan disinfektan, sabun dan masker pun turut disalurkan kepada masyarakat. Kegiatan ini terpusat di Jakarta mengingat Jakarta merupakan episentrum Covid-19 di Indonesia. Tak hanya itu, demi kelancaran distribusi paket bantuan, SoKlin Berbagi Kelembutan juga menggandeng Polda Metro Jaya untuk memastikan masa PSBB yang sedang diberlakukan tetap berjalan dengan tertib.

Sudah menjadi kegiatan tahunan Soklin Softergent untuk berbagi dibulan Ramadan. “Tiap tahun kami menyentuh puluhan panti asuhan dan ratusan anak yatim piatu di seluruh Indonesia. Ditengah pandemi seperti ini, kami merasa sangat bersyukur karena dapat berbagi kepada masyarakat yang sedang tidak berpenghasilan, yang sedang sangat membutuhkan. Semoga bantuan kami dapat meringankan beban masyarakat sehingga bulan Ramadan pun tetap dapat dijalani dengan penuh hikmat,” ujar Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care PT Sayap Mas Utama (Wings Group).

Anyway, teman-teman tentu tahu dong ya kalau SoKlin Softergent adalah deterjen plus pelembut pertama di Indonesia yang dilengkapi formula Fresh Protection dengan Antibacterial Agent yang dapat membunuh kuman dan bakteri pada pakaian. Selain itu Aroma Sensorynya juga membuat pakaian harum tahan lama hingga 21 hari.

SoKlin Softergent secara konsisten telah memasuki tahun kelima berbagi kelembutan kepada masyarakat Indonesia. SoKlin Softergent ingin mengajak dan menginspirasi masyarakat untuk dapat terus-menerus mengulurkan tangan kepada sesama melalui aksi kepedulian, sehingga kelembutan kasih sayang dapat senantiasa dirasakan oleh semua orang, terutama pada momen bulan suci Ramadan.

Berikut beberapa video orang-orang yang turut berbahagia dengan adanya kegiatan ini :






Alhamdulillah senang sekali bisa mengambil bagian dalam sebuah kegiatan sosial seperti ini. Menghadirkan sedikit pelita untuk kegelapan yang mereka hadapi, memberi sedikit senyuman untuk kesulitan orang lain. Terima kasih kuucapkan kepada Soklin Softergent yang telah melibatkan saya dalam campaign ini.

Semoga kegiatan yang dilaksanakan Soklin Softergent dapat memberi inspirasi banyak pihak untuk selalu meringankan beban saudara kita yang membutuhkan. Dan mari tetap berdoa semoga Indonesia bisa menghadapi pandemi ini dengan baik, dan kita semua bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

(photo & videos sourced by Soklin Softergent)

11 Juni 2020

WISATA JOGJAKARTA DALAM 3 HARI


Bismillah,

Cerita ini adalah tentang pengalaman liburan kami sekeluarga yang ke-2 pada akhir 2019. Dan seperti berjodoh dengan Kota ini, tanpa rencana yang panjang kami memutuskan untuk mengunjungi Jogjakarta, Kota yang sejak dulu ingin sekali saya jadikan tempat untuk melanjutkan kuliah yang tentunya ditentang oleh keluarga dengan alasan bahwa anak gadis tidak boleh jauh-jauh dari keluarga (hahaha).

Dan akhirnya menginjakkan kaki disini bersama keluarga serta suami dan anak yang sepanjang perjalanan terkagum-kagum karena bisa berada diatas langit dan melewati tumpukan awan. Oh iya, ini adalah perjalanan naik pesawat alfa yang kedua diusia yang sudah mengerti keadaan sekitar. Liburan pertama kami keluar kota sekitar 2 tahun lalu ke Bandung, dan saat itu usianya masih dibawah 2 tahun dan belum mengerti apa-apa.

Berangkat pada Jumat malam sepulang dari kantor, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari Makassar, tibalah kami di Jogjakarta sekitar pukul 22.00 wib, Kota yang terkenal sebagai Kota Pelajar, Kota Budaya, dan Kota dengan biaya hidup yang murah. Hehe

Menghabiskan waktu 3 hari 4 malam, berikut beberapa destinasi yang sempat kami kunjungi selama berada di Kota Jogjakarta.

1. Candi Borobudur.

 
Destinasi pertama yang saya kunjungi pada hari pertama di Jogjakarta adalah Candi Borobudur yang merupakan kuil Buddha terbesar milik Jogjakarta. Saking besarnya, saya hampir kehabisan napas karena memutuskan berjalan kaki mengelilingi candi ditengah keramaian para wisatawan, yang ditambah drama si kecil yang ngamuk-ngamuk karena kepanasan. Meskipun sejak dulu tidak terlalu tertarik untuk melakukan wisata sejarah, rasanya tidak sah jika berlibur ke Jogjakarta namun tidak mengunjungi tempat ini.

Candi Borobudur ini terletak di Kabupaten Magelang dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari Kota Jogjakarta. Oh ya, sebaiknya perjalanan menuju Candi Borobudur dilakukan di pagi hari untuk menghindari sengatan matahari yang lumayan “lucu” di siang hari.



Harga tiket masuk sebesar Rp 50.000,- untuk dewasa, dan Rp 25.000,- untuk anak-anak usia 3 tahun keatas.

2.  Museum Ullen Sentalu.




Memiliki nama yang unik, Ullen Sentalu adalah singkatan dari “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku” yang artinya nyala lampu blencong (lampu yang dipergunakan saat pertunjukan wayang kulit) merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan (source : casaindonesia.com).

Terletak di jalan Boyong KM 25 Kaliurang, Kabupaten Sleman.
Karena letaknya yang searah, museum ini bisa menjadi tujuan wisata setelah mengunjungi Candi Borobudur.

Cukup berbeda dengan museum kebanyakan yang menyuguhkan benda-benda sejarah didalam etalase kaca dengan penjelasan didalamnya, berkeliling museum Ullen Sentalu akan ditemani oleh pemandu yang akan menceritakan tentang sejarah museum ini.

Oh ya, selama melakukan tour disini, untuk alasan mistis, pengunjung dilarang mengambil gambar sembarangan kecuali di beberapa tempat yang telah disediakan.

Harga tiket masuk kesini sebesar Rp 40.000,- untuk pengunjung domestik dewasa dan Rp 20.000,- untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Untuk wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 100.000,- untuk dewasa dan Rp 60.000,- untuk anak-anak.

3.  HEHA Sky View.


Selain berwisata sejarah, tak lupa untuk mampir di tempat yang sedang happening di Jogjakarta. Adalah HEHA Sky Vew, salah satu lokasi untuk menyaksikan matahari terbit dan menikmati pemandangan malam Kota Jogjakarta. Tersedia fooudcourt dengan banyak pilihan jajanan ringan dan sebuah café untuk yang ingin sekedar nongkrong dengan pemandangan yang indah.

Banyaknya spot foto menarik dan Instagram-able membuat tempat ini ramai sekali pengunjung. Apalagi saat-saat liburan panjang, tempat ini akan menjadi lautan manusia. Saking ramainya, saya menyerah untuk bisa berfoto diatas teras kaca seperti orang-orang kebanyakan.




Biaya untuk akses masuk HEHA Sky View adalah sebesar Rp 20.000,- dan akan dikenakan biaya tambahan mulai Rp 10.000,- hingga Rp 35.000,- untuk yang ingin berfoto dibeberapa spot yang telah disediakan.

4.  Taman Sari 


Hari ke-2, merencanakan untuk berjalan-jalan hanya disekitaran Kota Jogjakarta, dan memutuskan untuk mengunjungi Taman sari yang konon dulunya merupakan taman keluarga kerajaan dan tempat permandian para puteri.

Taman Sari menjadi salah satu landmark Jogjakarta yang letaknya sangat strategis karena berada di pusat kota dan keraton Jogja. Karena musim liburan panjang, Taman Sari juga sangat ramai dikunjungi para wisatawan sehingga sulit sekali untuk memuaskan diri mengambil gambar selama berada disana.


Harga tiket masuk ke Taman Sari adalah sebesar Rp 5.000,- dan akan dikenakan biaya tambahan Rp 3.000,- untuk yang membawa kamera.

5.  Malioboro.



Masih di kawasan Kota Jogjakarta, tak lupa untuk berjalan-jalan di sekitaran Jalan Malioboro untuk melihat-lihat jajanan makanan dan kerajinan Jogjakarta di sepanjang jalan ini. Mengunjungi pasar Beringharjo dengan banyak toko yang menjual batik dengan harga sangat murah, menjadikan pasar ini sangat cocok dijadikan tujuan untuk mencari oleh-oleh khas Jogjakarta. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer Jogjakarta untuk berfoto.

6.  Wisata Tebing Pantai Nguluran.


Beranjak agak jauh dari Pusat Kota Jogjakarta, setelah saya searching wisata lain yang dimiliki Jogjakarta, pada hari terakhir kami mengunjungi Wisata Tebing Pantai nguluran. Terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul.

Harga tiket masuk Wisata tebing Pantai Nguluran adalah sebesar Rp 15.000,-. Didalam kawasan wisata tersedia food court dan beberapa gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat sambil menyaksikan pemandangan hamparan laut luas.

Di dalam area wisata, terdapat beberapa spot foto yang cukup Instagram-able. Dari beberapa spot foto, saya mencoba wahana teras kaca yang lumayan menegangkan. Untuk berfoto diarea ini dikenakan biaya sebesar Rp 30.000 untuk waktu 10 menit.



Selain itu saya juga sempat mencoba bermain Jogja Swing. Wahana ini seperti sedang bermain ayunan dengan lokasi anti mainstream yaitu diatas laut. Untuk mencoba bermain Jogja Swing, kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 50.000.

Oh ya, untuk mendapatkan hasil foto maksimal, sebaiknya menyewa jasa foto yang disiapkan. Tenang saja, karena jasa fotonya murah kok. Hanya Rp 5.000 untuk 1 foto yang akan kita ambil.

Nah itu tadi beberapa tempat yang dapat dikunjungi di Jogjakarta untuk waktu 3 hari. Semoga nanti masih ada kesempatan untuk saya sekeluarga bisa kembali ke Jogjakarta dan mengunjungi tempat wisata yang tidak sempat kami datangi waktu itu.

Semoga tulisan ini ada manfaatnya ya, sampai ketemu di tulisan selanjutnya :)






Label:

16 Mei 2020

SO KLIN BERBAGI KELEMBUTAN 2020



Mei 2020, tepat sudah empat bulan lamanya kita menghadapi pandemi covid-19 di Indonesia. Beberapa diantara kita mungkin sudah familiar dengan kata “Corona”, namun masih belum mengetahui mengapa virus ini dinamakan Covid-19. Menurut Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suatu pertemuan di Jenewa seperti dikutip AFP, Selasa (11/2/2020), “Covid-19” merupakan singkatan dari ‘Co’ yang artinya ‘Corona’, ‘Vi’ yaitu ‘virus’, dan ‘d’ untuk ‘disease’ artinya penyakit, sedangkan ‘19’ adalah tahun penemuannya di Kota Wuhan, Cina, pada 31 Desember 2019. (Serambinews.com)

Virus covid-19 ini tergolong jenis virus baru yang menurut para ahli termasuk virus yang mematikan karena dapat menyebabkan luka permanen pada paru-paru pasien yang sudah terinfeksi dan sembuh.  Dan berita buruknya adalah, hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan si penderita. begitupun dengan proses penularan yang cepat sehingga menyebabkan kekhawatiran pada semua orang termasuk saya sendiri.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa penyebaran covid-19 akan sampai ke Indonesia, bahkan di Makassar karena selama ini hanya mendengar dan membaca berita, dan saat ini sudah menjadi kabar buruk yang harus dihadapi sendiri.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus ini. Diantaranya dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada beberapa Kota besar yang tingkat penyebarannya tergolong tinggi termasuk Makassar, melakukan penutupan tempat wisata, meliburkan sekolah, menghimbau para pengusaha untuk menerapkan Work From Home(WFH) kepada para karyawan, yang diikuti dengan himbauan untuk tetap #dirumahaja bagi masyarakat yang tidak ada kepentingan mendesak.

Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain. Diikuti dengan menjaga daya tahan tubuh, rajin mengkonsumsi vitamin, dan makan makanan bergizi.

Tak dapat dipungkiri hanya dalam hitungan bulan, covid-19 telah memberi banyak perubahan bagi semua orang. Beberapa pengusaha harus kehilangan omset bisnis, semakin banyak karyawan yang terkena Pemutusan hubungan Kerja (PHK) tanpa pemberian pesangon, banyak yang harus kehilangan tempat tinggal karena tidak sanggup lagi membayar biaya sewa kontrakan, bahkan beberapa orang meninggal dunia karena tidak mampu membeli makanan untuk dikonsumsi sehari-hari.

Dalam keadaan yang memprihatinkan seperti saat ini, Soklin Softergent salah satu produk dibawah naungan PT Sayap Mas Utama tidak lupa untuk turut serta mengambil bagian dalam rangka sedikit meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Soklin Softergent secara konsisten telah memasuki tahun kelima berbagi kelembutan kepada masyarakat Indonesia. Soklin Softergent ingin mengajak dan menginspirasi masyarakat untuk dapat terus-menerus mengulurkan tangan kepada sesama melalui aksi kepedulian, sehingga kelembutan kasih sayang dapat senantiasa dirasakan oleh semua orang, terutama pada momen bulan suci Ramadan.

www.mysoklin.com
Lalu bagaimana dengan kepedulian kita? Bisakah kita ikut membantu meringankan beban mereka padahal terbatas oleh himbauan untuk tetap tinggal di rumah?

Nah, saat ini SoKlin Softergent juga mengajak kita untuk  mengisi moment #dirumahaja dengan hal bermanfaat dengan mengikuti Activation So Klin Berbagi Kelembutan. Hanya dengan bermodalkan akun sosial media dan kuota internet, kita sudah dapat berbagi pelita kepada yang membutuhkan. Oh ya, Program ini berlangsung hingga 17 Mei 2020 ya.


Berikut tahapan untuk mengikuti program ini :

  1. Follow FB dan Instagram #SoKlinDetergent
  2. Posting Banner Activation diatas ke akun Instagram teman-teman
  3. Tuliskan pada caption harapan kalian untuk Indonesia saat ini
  4. Mention dan tag @SoKlinDetergent serta 5 teman kalian untuk bersama menyebar kebaikan
  5. Gunakan hashtag #berawaldarisoklin dan #SoKlinBerbagiKelembutan2020

Hanya dengan satu postingan saja, teman-teman sudah membantu mendonasikan satu paket keberlangsungan hidup kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mari sama-sama berdoa semoga kita bisa melalui semua ini dengan baik, dan Indonesia bisa kembali pulih seperti dulu lagi. Amin

11 Mei 2020

Ramadhan Ditengah Pandemi


Assalamu alaikum,

Akhirnya ada kesempatan untuk kembali mengisi blog ini setelah beberapa bulan terlalu sibuk dengan urusan diluaran sana. Apa kabar teman-temanku semua? Semoga sehat-sehat selalu ya.

Tak terasa sudah melewati pertengahan bulan Ramadhan, dan kita masih harus berperang melawan penyebaran pandemi covid19 yang menghantui kita beberapa bulan ini. Himbauan untuk harus tetap tinggal dirumah saja membuat beberapa orang kehilangan produktivitas, termasuk saya sendiri, seorang extrovert yang harus membiasakan diri tinggal dirumah.

Untuk pertama kalinya, Bulan Ramadhan yang biasanya menjadi ajang silaturahmi dengan teman-teman melalui janjian buka puasa diluar tak lagi bisa dirasakan tahun ini, tak ada tarwih Bersama di masjid, tak ada keramaian suara anak muda yang selalu berkumpul memenuhi jalanan setelah sholat subuh, Bahkan untuk mudik lebaranpun tidak dibolehkan demi untuk memutus rantai penyebaran covid19. Sedih? So pasti. Tapi bagaimanapun memang beginilah kondisi yang harus sama-sama kita terima.

Keharusan untuk tetap tinggal dirumah bisa dimanfaatkan menjadi moment untuk kita lebih mendekatkan diri dengan keluarga tercinta. Ini merupakan kewajiban yang seringkali terlupakan karena terlalu sibuk menjalin silaturahmi dengan orang lain. Melakukan ibadah Bersama, buka puasa dan sahur Bersama hanya dengan keluarga tanpa gangguan janjian bukap uasa diluar rumah yang dahulu hampir setiap hari dilaksanakan.

Mengambil hikmah dari setiap kejadian, kalimat paling ampuh yang paling pas diterapkan saat ini. Berusaha mencari hal positif ditengah keadaan yang tidak menyenangkan, berusaha untuk tetap tinggal dirumah meskipun sulit.

Covid19 memanglah membuat banyak perubahan kepada semua orang. Mari kita sama-sama berdoa semoga keadaan seperti sekarang ini bisa segera berlalu dan kita semua bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Oh ya, tak lupa kuucapkan selamat berpuasa untuk semua teman-temanku, semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan dalam lindungan Allah swt. Mohon maaf lahir dan batin ya 😊